Wednesday, September 11, 2013

Pasar Air Mata

Di pasar ini aku terpandang keluh kesedihan pada wajah insan
Keluh yang terbit bersama kelelahan hidup di padang materialisasi
Di sini, kais pagi makan pagi, kais petang belum tentu
Aku terlihat potret kekecewaan yang membuat jiwa luka
Kerana lantera semangat di dalam jiwa seakan pudar
Setelah senyuman ikhlas dibalas dengan jelingan realiti dunia
Anak mata yang tertunduk membuat nafas ku menjadi lesu
Mendengar bicara tubuh manusia di sekeliling sudah meretak
Hidup adalah perjuangan yang tersangat berat
Tidak mengapa jika kita patah satu atau dua tulang
Tidak mengapa jika kita luka di kaki atau di tangan
Tapi payah, kerana mereka ini
Luka di hati dan perasaan.

No comments:

Post a Comment