Lihatlah, seorang penulis sedang duduk di tepi sungai,
menulis-nulis pada wajah air, dengan ranting kayunya.
Lihatlah, seekor burung bersiul-siul di atas pohon,
namun siulannya tiada dijawab oleh unggas yang lain.
Lihatlah, daun-daun yang kering, warnanya kuning tua,
menari-nari di lantai bumi bersama melodi bayu.
Lihatlah, celana si penulis puisi kebasahan,
kerna air mata yang terus bertitisan dari janggutnya.
Bayangkan bertemu kekasih di setiap mimpi,
berubat rindu hanya dalam mimpi, dan ketika terbangun...
menyedari lalu menolak rahasia hati, tak ingin mengakui,
Bayangkan setiap malam merasa bahagia,
namun setiap siang menyembunyi derita.
Telah ia mencuba agar terus melangkah, mencari sembuh,
mencari hidup yang bisa dibanggakan,
namun kerap kali terjatuh, kerap kali terduduk,
kerap kali ia berdiri, namun ia jatuh semakin jauh,
dan hati terlalulah ingin selalu tersenyum,
Tiadalah indah menyimpan berbelas rasa sedih.
Tiadalah ingin terus mendayung di atas sampan, di tengah lautan.
Lihatlah, seorang lelaki berjalan di tepi pantai,
selang waktu ia berpaling, terlihat ia bekas tapak kakinya,
lalu ia terduduk malu, kerna tiada yang menyuruh, tiada yang memaksa,
melainkan tapak-tapak itu adalah bukti...
bahwa jalan ini, ia sendiri memilih untuk jalani.
Berbisik ia selang 15 purnama;
"Janganlah berteman dengan orang yang gembira,
tetapi bertemanlah dengan orang yang menangis,
janganlah berteman dengan orang kaya-raya,
tetapi bertemanlah dengan orang fakir dan miskin."
Kadang si lelaki mengerti, kadang ia hanya berpuisi.
Seringkali, ia terlupa diri.
Monday, September 16, 2019
Friday, July 7, 2017
Hanya Seorang Penyair
Di bawah lukisan langit malam,
di bawah atap sinar gemerlapan bintang,
dan di dalam dakapan cendera...
adalah klisa yang kurangkapkan,
dalam cetera puisi yang kurindui,
sedangkan wajahmu jauh lebih indah,
hinggakan mataku tak menemui yang setara.
Lalu kubahasakan adan untukmu,
kerna kau melirikkan syurga untukku,
cuma saja lidahku kaku, penaku buntu,
... hatiku, bisu.
Cinta adalah warni ruh insan,
cinta adalah akal hati,
jiwa yang menggerakkan urat dan belulang,
kerna itu cinta bisa bersikap palsu,
dan amat menyedihkan, cintaku palsu.
Akal yang fakir ini bukanlah asbab senyummu,
tak kau temui jawapan dari cendekia hina sepertiku,
melainkan dongeng yang merugikan.
Sudahlah, berhenti menjadi bayangku,
agar kembali seri rona surimu,
agar kembali terang pelita hidupmu.
Ditemani merdu seruling buluh perindu,
ditemani hembus angin bayu syahdu,
dan di dalam pelukan kasih dan rindu,
adalah klise yang kususun penuh malu,
kerna aku hanyalah penyair, bukanlah adika pencinta.
Sungguh aku rindu tawa riamu,
jawablah soalan buta ini,
Yakinkah ada diriku untuk esokmu?
di bawah atap sinar gemerlapan bintang,
dan di dalam dakapan cendera...
adalah klisa yang kurangkapkan,
dalam cetera puisi yang kurindui,
sedangkan wajahmu jauh lebih indah,
hinggakan mataku tak menemui yang setara.
Lalu kubahasakan adan untukmu,
kerna kau melirikkan syurga untukku,
cuma saja lidahku kaku, penaku buntu,
... hatiku, bisu.
Cinta adalah warni ruh insan,
cinta adalah akal hati,
jiwa yang menggerakkan urat dan belulang,
kerna itu cinta bisa bersikap palsu,
dan amat menyedihkan, cintaku palsu.
Akal yang fakir ini bukanlah asbab senyummu,
tak kau temui jawapan dari cendekia hina sepertiku,
melainkan dongeng yang merugikan.
Sudahlah, berhenti menjadi bayangku,
agar kembali seri rona surimu,
agar kembali terang pelita hidupmu.
Ditemani merdu seruling buluh perindu,
ditemani hembus angin bayu syahdu,
dan di dalam pelukan kasih dan rindu,
adalah klise yang kususun penuh malu,
kerna aku hanyalah penyair, bukanlah adika pencinta.
Sungguh aku rindu tawa riamu,
jawablah soalan buta ini,
Yakinkah ada diriku untuk esokmu?
Thursday, July 23, 2015
U'yun
U'yun (matamu)
pada matamu, Tuhan keluarkan langit malam
tika bulan sedang purnama dan bintang kirana
merdu pendarnya menyentuh sedalam qalbu
kerna seindah aula waktu lenanya alam
hanya dalam matamu akan jiwa kutenggelam
matamu adalah rumah rohku
tempat hati dan jiwa bisa tenang berehat
dari segala bingar dunia yang memenatkan
mungkin kerna itu, aku terhipnotis oleh jelingmu
sudah adat seorang musafir
ia hanya akan lena di Baitul Hubb
sinar mentari pagi tak akan menandingi
kucupan hangat ufuk di pipi tak akan memenangi
sekilas pandang dari suri matamu
yang kau tundukkan saat berlalu
dan seakan alam ikut tertunduk di kiri kananmu.
matamu, ada rahasia jiwamu
jalan tembus kepada cahaya indah sifatmu
dari mata turun ke hati
di dalam hati tersembunyi kalimat cinta
yang terpancar jelas, pada tatapan matamu.
Perpisahan
...kerna cinta ini tidak berdiri pada nafsu yang tidak terdidik
atau tidak pula berdiri pada perasaan yang jahil lagi buta
kalimah cinta itu adalah kesucian yang mensucikan hati
ia menghidupkan ruh yang dulunya mati, menyuburkan jiwa yang kemarau
namun lebih dari itu, cinta adalah milik Allah, Maha Pengasih
dengan cintaNya, seluruh alam dirahmati
dengan cintaNya, kita mencintai
kain putih yang sutera dan mulia tetap akan terkotori di dalam lumpur
tanpa ketelitian dan kesanggupan mengikatnya erat di dada
pasti akan hilang juga suci suteranya si kain putih
sekiranya kita lah yang ingin menyatukan diri kita atas nama cinta
maka kematian lebih dahulu telah menguasai cinta kita
namun jika Allah yang menjodohkan aku dan kamu
maka sekali hancurpun jasadku, sekali reputpun tulang dagingku
dan sekali matipun hembus nafasku, tetap pasti aku tidak berpindah dari sisimu
kekasih... aku menjauhimu dengan perpisahan ini
tidak lain semata-mata hanya mahu mendekatimu.. di sisi Ilahi.
Anak Muda, Wahai Kamu!
anak muda! wahai kamu, anak anak bungaran!
kelayakan kamu adalah kebodohan dan buta hati
celik di mata, petah di bicara, tubuh pula perkasa!
tapi cetek di akal, terlalu muda untuk cerdik
tidak boleh diuji sedikit, seluruh dunia kau herdik
kau ubi baru masak, masih panas darahmu
kau pohon baru tumbuh, masih lembut azammu
kau anak rusa masuk kampung, masih bingung
anak muda! isi dadamu bagai lopak di tepi jalan
masih jauh lagi untuk menjadi seluas lautan
kau tidak pandai, kecuali pandai mengerti kau bodoh!
anak muda yang pandai adalah yang tahu bodohnya
tahu dia selok belok kekurangan pada dirinya
jadilah orang yang merasa bodoh, dengan itu ia belajar
jangan jadi orang temberang cerdik, dengan itu ia kurang ajar
ilmu adalah tumbuh tumbuhan -- bunga bungaan
ia tumbuh nan cantik di tanah yang sihat dan subur
akhlak dan kerendahan hatilah yang memberinya luhur
anak muda! perjalanan hidup banyak penipuan
dan penipu terbesar adalah jiwamu, nafsumu sendiri!
jangan besar kepala anak muda! jangan jahat sama insan
jangan terburu buru anak muda! berjuang perlu perancangan
kau bodoh lagi tidak mahu belajar, jadilah kau sesat!
aduh anak muda, jika kau mahu mengaku kebodohanmu
dan mencari jalan keluar darinya dengan sabar dan ilmu
pasti kau boleh bertemu keselamatan di hari tuamu
dan jangan walau sekali kau fikir bahasaku kasar, ia penuh kelembutan
penuh kasih sayang.. penuh kerisauan buatmu dan aku
kerna aku pula cuma anak muda, tidak rela di hati
melihat jiran-jiranku, hidup malang dalam keperitan!
Buat Yang Mahu Menulis Puisi
bagiku, dari akal kedanaku
puisi itu bahasa hati, yang dicari dengan kaca keikhlasan
orang rabun tidak dapat menulisnya, orang temberang jangan
sebaiknya dipilih pena dari kejujuran pada diri
ia sering muhasabah, mencari cebis perasaan yang tersembunyi
mengenal dada lalu mengenal insaf
mengenal malu, kemudian mengenal yakin
sehingga puisinya dapat dipasangkan dengan inti jiwa
tidak perlulah puitis, yang penting dapat menjelaskan sari pati
saat orang membacanya, boleh ia faham dengan baik
saat diri sendiri menulis, malah ia belajar dari tulisannya
tepuk dada tanya selera, kenali sejuk dan panas emosi
coretan haruslah mampu menenangkan hati
bagiku, dari kemiskinan sifatku
puisi itu jalan untuk tahu adanya keindahan dalam diri
seisi dunia tak dapat mengganti, buat nafsi yang mengerti
keindahan yang mengenalkannya pada keburukannya pula
sifat zalim, jahat, dan sombong seorang manusia
sifat terburu-buru, pendek akal, dan mementingkan diri
bagiku, dariku buat yang mahu menulis puisi
tulislah perlahan, dan juga sabar
bersangka baik pada tulisan walau isinya masih pendar
dan jangan menulis untuk mencari puji-pujian
puji-pujian tidak dapat mencantikkan kita
apatah pula nanti hasil tulisan yang dikarya
adalah yang cantik itu sangat sulit pula untuk dinyatakan
Ehwal Hati
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad, Wa Ala Aali Wa Sohbihi Ajma'in.
i.
Ketahuilah, hati itu tempat berkumpulnya hakikat sifat diri insan
adalah hati itu juga, tempat letaknya segala hikmah akal, dan ihsan
ia berbicara tanpa perlu bahasa ataupun suara
ia hadir, tanpa perlu disedari atau dilihat dengan zahir
seperti angin yang terasa dinginnya, namun tidak terlihat dzatnya
itulah hati, yang bisa menyambung antara dua insan, ibarat mereka satu
walhal ia duduk pada bekas yang terasing, dalam jasad yang dua
ii.
Justeru, ruh yang berpaling dari hatinya sendiri, malah, tak mengenali
dialah yang hidup di dalam kematian, jua mati di dalam penghidupan
kerna telah terpisah dari kebenaran, hari-hari berlalu hanyalah angan
dirinya bermimpi di dalam jaga, dirinya berkhayal di alam nyata
ibarat sebuah pepatah; bisakah sehelai daun menutup bagi kita--
--seluruh bumi? ia bisa, jika diletak menempel pada kedua-dua mata
ternyata akan gelap seisi alam bagi dirinya
iii.
Pada hati inilah bukti dan intinya sifat kehambaan si makhluk
secara zahir, dengan pancaindera, ia bisa berbuat sebagaimana suka
ia bisa mendaki setinggi pujian dunia, atau menggenggam seluas harta
namun pada hatinya, ia tiada mampu berkuasa, tidak punya perkasa
terbukti, kerna sedang kehangatan cinta cuma, tidak mampu dikawalnya
demi melindungi hati, berubahlah kepada abid, ia wajib menurut dengan taat
jika peraturan telah dilanggar, pasti akan membuat hati mudarat
iv.
Hati adalah inti kehambaan, maka sudah tentu, pasti ada Tuan
Yang Menguasai, Yang Membolak-balikkan hati insan
hati ini adalah dari cintaNya, hukumNya adalah sutera, penghias hati
pada diri insan ada ikatan yang tiap saat menyambungnya kepada Tuhan
si hamba (hati), tidak mampu hidup tanpa Tuan (ALLAH SWT)
kenalilah ehwal hati, layanilah keperluan hati, demi mengenal erti hidup
kerna telah ramai yang mati ketika jantung masih berdegup
.wallahu'alam
Subscribe to:
Posts (Atom)