Thursday, July 23, 2015

Buat Yang Mahu Menulis Puisi

bagiku, dari akal kedanaku
puisi itu bahasa hati, yang dicari dengan kaca keikhlasan
orang rabun tidak dapat menulisnya, orang temberang jangan
sebaiknya dipilih pena dari kejujuran pada diri
ia sering muhasabah, mencari cebis perasaan yang tersembunyi
mengenal dada lalu mengenal insaf
mengenal malu, kemudian mengenal yakin
sehingga puisinya dapat dipasangkan dengan inti jiwa
tidak perlulah puitis, yang penting dapat menjelaskan sari pati
saat orang membacanya, boleh ia faham dengan baik
saat diri sendiri menulis, malah ia belajar dari tulisannya
tepuk dada tanya selera, kenali sejuk dan panas emosi
coretan haruslah mampu menenangkan hati
bagiku, dari kemiskinan sifatku
puisi itu jalan untuk tahu adanya keindahan dalam diri
seisi dunia tak dapat mengganti, buat nafsi yang mengerti
keindahan yang mengenalkannya pada keburukannya pula
sifat zalim, jahat, dan sombong seorang manusia
sifat terburu-buru, pendek akal, dan mementingkan diri
bagiku, dariku buat yang mahu menulis puisi
tulislah perlahan, dan juga sabar
bersangka baik pada tulisan walau isinya masih pendar
dan jangan menulis untuk mencari puji-pujian
puji-pujian tidak dapat mencantikkan kita
apatah pula nanti hasil tulisan yang dikarya
adalah yang cantik itu sangat sulit pula untuk dinyatakan

No comments:

Post a Comment