Thursday, September 12, 2013
Insan Yang Tidak Tahu Malu
seorang papa tidak akan mampu mendendang lagu yang merdu buat insan lain. malah sedikitpun tidak akan dapat menyingkap tabir kepujian yang sememangnya tidak menjadi milik dirinya sejak azali. bagaimana jika kedana yang hanya tahu membawa kecompangan di papan-papan dan dinding dunia serta hidupnya sendiri? terlalu enak berduduk di bawah rimbun pohon kemuliaan malah merasa diri sudah duduk dalam darjat yang sebenarnya tidak akan bisa dicapainya. malulah jiwa manusia seperti diri ini kerana tidak tahu cara menundukkan mata daripada terus menjeling puji-pujian yang bukan haknya. ah, lara ini tidak akan pernah cukup dengan racun racun yang telah ditabur sendiri dalam nafas yang semakin pendek. setelah nyawa bertambah sebutir demi sebutir, namun akhlak jatuh segenggam demi segenggam, dan dosa bertimbun segunung demi segunung. sudah-sudahlah menyirup enak buah yang lazat dari syurga yang bukan tempat duduk diri. tiba masa menunduk dan sujud ke lantai bumi dengan rasa hina yang sebenar-benarnya. kerana sejauh mana bisa lidah menutur kehebatan buat nafsu sendiri, tidak akan dapat meraih kehidupan yang mempunyai walau hanya satu makna. matilah roh yang bersih, namun hanya hidup kesungguhan dalam menatap kegelapan di tengah malam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment