Monday, September 23, 2013

Jika Ingin Menjadi Penulis

untuk setiap cerita, ada tamatnya
untuk setiap lagu, ada melodinya
dan untuk setiap puisi, ada ikhlasnya.

jika engkau ingin menjadi penulis
maka tutuplah mata zahir mu
dan menjadi butalah. jika engkau
ingin menjadi penulis
maka bukalah mata hati mu
dan berkaryalah.

jangan engkau mencari nama dalam tulisan
kerna tulisan tidak ada mata untuk menolong
mu mencari nama itu
jangan engkau mencari harta dalam tulisan
kerna tulisan itu miskin lagi kedana
bagaimana bisa memberi harta untuk mu?

tetapi carilah diri mu dalam tulisan
kerna tulisan itu penghidupan hati.



maksud puisi:
*Rangkap 1 -
baris satu:
"untuk setiap cerita, ada tamatnya"
cerita = hidup di dunia
tamat = kematian
melambangkan kehidupan manusia di dunia pasti akan berakhir satu hari nanti.
* lihat nota kaki

baris dua:
"untuk setiap lagu ada melodinya"
lagu = hati manusia
melodi = kepercayaan yang membentuk personaliti
melambangkan hati manusia itu berpaut pada sesuatu yang menjadi pembentuk kepada personaliti diri masing-masing.
**lihat nota kaki

baris tiga:
"dan untuk setiap puisi, ada ikhlasnya"
puisi = luahan rasa hati
melambangkan setiap luahan rasa hati itu pasti yang jujur lagi ikhlas daripada hati. jika tidak ikhlas, maka itu bukan luahan hati, itu adalah sandiwara, atau rekaaan semata.


*Rangkap 2 -
baris satu:
"jika engkau ingin menjadi penulis"
penulis = manusia yang berjiwa ikhlas
tadi puisi melambangkan luahan hati yang ikhlas, maka penulis melambangkan seseorang yang ikhas hatinya.

baris dua dan tiga:
"maka tutuplah mata zahir mu dan menjadi butalah"
mata zahir = sifat di dalam diri yang digunakan untuk menilai orang lain daripada luarannya
buta = tidak melihat orang lain dengan sangkaan buruk.
maksudnya di sini, jika engkau ingin menjadi seorang yang ikhlas hatinya, maka harus berhenti menilai manusia hanya daripada luarannya semata-mata dan menjadi butalah, iaitu buta kepada keburukan yang terlihat dalam diri mereka yakni bersangka baiklah pula.

baris lima dan enam:
"maka bukalah mata hati mu dan berkaryalah."
mata hati = sifat di dalam diri yang digunakan untuk melihat alam dengan ilmu dan takwa kepada ALLAH SWT.
berkaryalah = menyatakan perkara yang baik-baik di lidah.
maksudnya, sesudah menjadi buta dengan keburukan orang, maka gunakanlah ilmu yang ada dan rasa takwa kepada ALLAH SWT untuk mengenali manusia dan alam. ilmu perlu ditambah lagi agar bisa membuka "mata hati" yang dimaksudkan di sini.
lalu setelah itu, perbaikilah kata-kata yang ditutur lidah. berkata baik dengan orang lain, dengan makhluk lain, dan dengan diri sendiri.


*Rangkap Tiga -
baris satu:
"jangan engkau mencari nama dalam tulisan"
nama = puji-pujian
ertinya di dalam menjadi orang yang ikhlas itu tidak ada keinginan terhadap puji-pujian.

baris dua dan tiga:
"kerna tulisan tidak ada mata untuk menolong mu mencari nama itu"
ertinya keihklasan itu buta kepada pujia-pujian yang datang ataupun keihklasan langsung tidak kenal kepada puji-pujian yang datang.

baris empat:
"jangan engkau mencari harta dalam tulisan"
harta = kekayaan materialistik di dunia
eritanya di dalam menjadi orang yang ikhlas itu tidak ada keinginan kepada materialistik dunia.

baris lima dan enam:
"kerna tulisan itu miskin lagi kedana bagaimana bisa memberi harta untuk mu?"
keikhlasan itu cuma akan wujud dalam rasa rendah diri dan takwa kepada ALLAH SWT. menyedari diri ini tidak ada daya apa-apa. apatah lagi, memiliki sesuatu. maka bagaimana keikhlasan ini, dapat membuat diri menjadi kaya kepada harta materialistik dunia? sekalipun ada harta benda dunia di sisi, sudah tentu memahami semua itu bukan milik diri kita.


*Rangkap Empat-
baris satu:
"carilah dirimu dalam tulisan"
eritnya keihklasan itu adalah perjalanan mengenali diri sendiri. mengenali sifat sebenar seorang manusia.

baris dua:
"kerna tulisan itu penghidupan hati"
maksudnya, kerna keikhlasan yang sebenar-benarnya itu akan menghidupkan hati kita sebagai manusia.


wallahu'alam. :)


nota kaki:
* sebelum saat mati pasti kita mahu menjadi orang yang baik hatinya.
** dalam kehidupan perlu ada kepercayaan yang menjadi bimbingan dalam cara hidup kita.

No comments:

Post a Comment