Monday, July 7, 2014

Anjung Perasaan

Berjalan-jalan di tepi Anjung,
Berjalan hanya seorang diri,
Setinggi mana kekasihku sanjung,
Tiada terlawan takdir Ilahi.

Di tepi Anjung mengamati senja,
Mentari terbenam berwarna emas,
Saat rindu dan damba tiba,
Seluruh tubuh terasa lemas.

Sesudah petang tibalah malam,
Langit pun dihiasi bulan penuh,
Cinta itu tersangatlah dalam,
Tidak akan mati di hujung keluh.

Tiba masa meninggalkan Anjung,
Kerna anak menanti di rumah,
Segalanya milik Tuhan Yang Agung,
Datang dariNya, kembali jua kepadaNya.

No comments:

Post a Comment