sejauh manakah?
air mata saat ia menyusur jatuh
akankah terselam ke dasar hati?
menyubur muara jiwa yang sunyi
memohon taman roh agar mekar
penghias hidup yang belukar
atau kering sekadar? di pipi ku
saat mata ku sayu, pudar
memandang khilaf ku
saat tangan ku lesu, bergetar
dalam dingin waras yang layu
saat memori merdu, ambar
mengharum leka seorang perindu
ah, aku kini anestesia
hanya terbaring di aula kota kalbu ku.
No comments:
Post a Comment